Bangka — Senin, 01/12/2025.
Perdamaian senilai Rp15.000.000 antara pelimbang timah Rohit (20) dan enam oknum TNI memang telah dilakukan. Namun dalam mediasi itu, korban justru membantah keras keterangan Ramah, Irvan Mahendra, dan kawan-kawannya yang mencoba menyebut insiden ini hanya “pemukulan biasa”.
Di hadapan warga, korban meluruskan:
> “Saya bukan dipukul. Saya dikeroyok enam orang. Pemukulan itu satu lawan satu — ini bukan!”
Pernyataan tegas itu membuat publik semakin yakin bahwa mediasi tersebut janggal dan tidak transparan.
Seorang warga bahkan menyindir:
> “Enak bener dipukul dapat 15 juta. Kalau begitu kami semua mau.”
—
Siapa Mengutus Enam Oknum TNI ke Tambang Sipil?
Insiden ini terjadi di lokasi tambang sipil “Kepala Burung”, wilayah yang diklaim sebagai blok kerja CV TMR, mitra PT Timah Tbk.
Namun hingga saat ini:
âť— Tidak ada satu pun pihak yang menjelaskan siapa yang mengutus Ramah, Irvan Mahendra, dan rekan-rekannya untuk berjaga di sana.
Padahal UU Nomor 34 Tahun 2004 dengan tegas melarang anggota TNI aktif bekerja untuk perusahaan swasta atau menjadi pengamanan tambang.
Kejanggalan makin mencolok karena CV TMR tidak hadir dalam mediasi, seolah berusaha menghindar dari pertanggungjawaban atas insiden yang terjadi di wilayah operasi mereka.
—
PT Timah Did desak Bertindak — Cabut Izin CV TMR!
Desakan publik kini mengarah kepada PT Timah Tbk untuk mengambil tindakan tegas terhadap mitranya:
> “PT Timah jangan tutup mata. Cabut izin CV TMR segera! Jangan biarkan kasus seperti ini terulang lagi,” tegas warga.
Publik menilai PT Timah tidak boleh membiarkan mitra yang diduga berada di balik kekacauan keamanan dan munculnya oknum berbaju loreng di lokasi tambang sipil.
—
Berita dan kasus pengeroyokan oleh enam oknum TNI ini Akan Diteruskan ke Denpom.
Tim Investigasi memastikan bahwa kasus ini tidak berhenti pada damai 15 juta.
Berita, rekaman, kesaksian, serta temuan lapangan akan resmi diteruskan ke Detasemen Polisi Militer (Denpom TNI AD) untuk memeriksa keterlibatan enam oknum TNI yang disebut dalam insiden ini.
Publik kini menunggu langkah cepat dan sikap tegas dari institusi militer.
—
Tim Investigasi
Karyajurnalistik.my.id
Mega Lestari ✍️















